Content

Geografi, Induk Ilmu Pengetahuan



YANG kita ingat tentang geografi adalah peta dan atlas. Ya, itu yang ada dalam ingatan kebanyakan orang. Peta adalah gambar tentang permukaan bumi dilihat dari atas. Kita mengenal peta sebagai gambar pulau-pulau yang dicetak pada lembaran kertas. Sedangkan atlas adalah buku berisi kumpulan peta, disertai dengan penjelasannya. 

Kita memiliki buku semacam itu, yang isinya kumpulan peta tentang Indonesia dan dunia. Ada penjelasan tentang daerah-daerah. Ada penjelasan tentang negara-negara. Kita memiliki atlas.

Tentu geografi mempelajari peta dan atlas, tetapi tidak hanya itu. Jadi, apa geografi itu?

Mari kita membayangkan berada di suatu tempat yang tidak kita kenali. Kita penasaran, “Ada apa di sana? Lalu ada apa lagi di sana? Lalu ada apa lagi di sana?” Nah, geografi adalah ilmu yang menjawab pertanyaan: “Ada apa saja di sana?”


Demi menjawab pertanyaan itu, manusia melakukan penjelajahan, menemukan tempat-tempat baru, kebudayaan baru, dan ide-ide baru. Semua itulah yang menjadi dasar bagi geografi. 

Karena itu geografi sering disebut sebagai “induk dari semua ilmu pengetahuan”. Penjelajahan dan upaya penemuan tempat-tempat baru, budaya baru, dan ide-ide baru menjadi pendorong untuk mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan lainnya. Ada biologi, antropologi, geologi, astronomi, kimia, dan sebagainya.

Lalu, apa arti kata geografi?

Secara harfiah, geografi berarti “tulisan tentang bumi”. Kata itu merupakan gabungan dua kata, yaitu “geo”, yang artinya bumi, dan “grafi” yang artinya tulisan. Yang pertama kali menggunakan kata itu adalah sarjana Yunani Kuno bernama Eratosthenes. Karena itu, Eratosthenes disebut Bapak Geografi. Ia hidup dua ribu tiga ratus tahun lalu pada abad ketiga SM (sebelum masehi).

Eratosthenes adalah ahli matematika dan ilmu perbintangan (astronomi). Ia juga tekun mengamati gejala-gejala di permukaan bumi, termasuk bayang-bayang yang tercipta karena cahaya matahari. Ia orang pertama yang berpikir bahwa bumi bukanlah bidang datar melainkan sebuah bola raksasa. 

Menurutnya, jika ia tahu jarak dari satu tempat ke tempat lain, ia akan tahu berapa panjang garis lingkar bumi. Dan ia membuktikan ucapannya. Kita tahu sekarang bahwa lingkar bumi adalah 24.860 mil atau 40.000 kilometer. Dua ribu tahun lalu, dengan perhitungan matematika, perkiraan Eratosthenes hanya berselisih 1 persen dari angka yang kita ketahui sekarang. Sangat akurat.


Eratosthenes dan perhitungannya tentang panjang lingkar bumi.
Definisi Geografi

Saat ini tentu saja geografi sudah berkembang jauh. Ia bukan sekadar tulisan tentang bumi, tetapi menjadi ilmu pengetahuan yang sulit dirumuskan. Ada banyak rumusan yang sudah dibuat oleh para ahli. Namun, secara umum kamus-kamus merumuskan geografi sebagai “Ilmu yang mempelajari permukaan bumi dan atmosfernya, sumberdaya, iklim, persebaran populasi, termasuk cara hidup manusia yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh keadaan alam di tempat mereka hidup.” 

Pada tulisan selanjutnya kita akan membicarakan hal utama yang menjadi perhatian geografi, yaitu bumi. Sekarang sebagai pengingat, kalian perlu mengerjakan latihan di bawah ini.

Latihan:

  1. Apa yang disebut peta?
  2. Apa yang disebut atlas?
  3. Apakah geografi hanya mempelajari peta dan atlas?
  4. Apa yang dipelajari dalam geografi?
  5. Siapa yang disebut sebagai Bapak Geografi?
  6. Kenapa ia disebut sebagai Bapak Geografi?

Bacaan selanjutnya: Memahami Pola dan Kebiasaan Bumi

0 comments:

Post a Comment

Mungkin Anda Belum Baca