Content

Metode Ilmiah, Jalan untuk Menemukan Jawaban




MARI kita lihat sekeliling kita. Ada pompa air, ada sepeda, ada mobil, dan ada pesawat terbang melintas di langit. Kita ingat satu hal: sepeda, mobil, dan pesawat terbang sama-sama mempunyai roda. Lalu ada televisi, komputer, kamera, kertas, buku, dan lain-lain. Kita memakai pakaian, sepatu, sandal, dan ibu menelepon temannya dengan telepon selular. Di luar sana ada kucing sedang menggaruk-garuk tubuhnya. Mungkin ia perlu dimandikan dan dikeramasi dengan sampo antikutu khusus untuk kucing.

Sejumlah hal yang ada di sekitar kita itu dulu tidak pernah ada. Mereka menjadi ada karena manusia membuat penemuan. Jadi, kita bisa mengatakan bahwa penemuan adalah hasil dari tindakan manusia untuk mengadakan apa-apa yang sebelumnya tidak ada.

Bagaimana manusia membuat penemuan?

Semua penemuan itu ada karena manusia mengembangkan ilmu pengetahuan yang mendukung terciptanya penemuan-penemuan tersebut. Lalu, bagaimana mereka mengembangkan ilmu pengetahuan? Beginilah jalannya: Mereka melakukan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah. 

Astaga! Apa arti kalimat ini?

Baiklah, kita mencoba cara paling mudah untuk menjelaskannya. Kita sudah pernah membicarakan rasa ingin tahu. Para ilmuwan biasanya selalu memiliki rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu itu membuat mereka selalu bertanya. Sebetulnya sama saja dengan kita. Jika kita ingin tahu, kita bertanya. Setelah bertanya, kita berusaha menemukan jawaban. Mereka juga begitu.

Bedanya, para ilmuwan akan berusaha sendiri untuk menemukan jawaban. Kita mungkin akan mencari jawaban dengan bertanya kepada orang lain. Misalnya, kita ingin tahu apakah hantu itu benar-benar ada. Kita menanyakannya kepada teman atau orang tua kita. Mereka mengatakan: “Tentu saja hantu itu ada.” Kita percaya kepada mereka. 

Jika kita berminat pada ilmu pengetahuan, kita tidak akan percaya begitu saja pada apa yang dikatakan orang lain. Para ilmuwan adalah orang-orang seperti itu. Mungkin mereka juga ingin tahu apakah hantu ada atau tidak. Untuk menjawab pertanyaan itu, mereka akan menggunakan metode ilmiah untuk membuktikannya. 

Metode ilmiah, apa itu?

Metode ilmiah adalah langkah yang ditempuh oleh para ilmuwan untuk menemukan jawaban. Mereka akan memulainya dengan membuat pertanyaan. Tidak ada yang bisa dijawab jika tidak ada pertanyaan.

Selanjutnya, mereka akan mengamati dan mengumpulkan informasi. Dari pengamatan dan informasi yang terkumpul, mereka akan menebak jawabannya. Dalam istilah ilmu pengetahuan, menebak jawaban ini disebut membuat hipotesis. Tebakan atau hipotesis ini adalah jawaban sementara. Bisa salah bisa benar.

Untuk menguji apakah tebakan mereka salah atau benar, mereka melakukan eksperimen atau percobaan. Langkah berikutnya, mereka memeriksa apakah hasil percobaan sejalan dengan tebakan mereka.  Mereka akan melakukan pengujian berulang-ulang. Yang terakhir adalah mengumumkan jawaban yang mereka dapatkan.

Lebih sederhana lagi, metode ilmiah adalah cara ilmuwan untuk mengamati, meneliti, dan menemukan jawaban atas pertanyaan mereka. Mereka akan melakukan pemeriksaan berulang-ulang untuk menemukan kebenaran dan memberikan bukti-buktinya.

6 Langkah Metode Ilmiah

Secara umum, metode ilmiah dirumuskan dalam 6 langkah berikut ini:
  1. Kita membuat pertanyaan.
  2. Melakukan pengamatan dan mengumpulkan informasi (melakukan penelitian)
  3. Membuat hipotesis (menebak jawabannya)
  4. Melakukan percobaan untuk menguji hipotesis atau tebakan.
  5. Menganalisis atau memeriksa hasil pengujian kita.
  6. Membuat kesimpulan (mengumumkan jawaban)
Untuk saat ini, biarlah 6 langkah itu menjadi urusan para ilmuwan. Urusan kita adalah berlatih. Dan sebagai latihan, pada saat mengamati sesuatu atau melakukan percobaan, cukup bagi kita untuk mengingat tiga hal ini:
  • Kita menebak apa yang akan terjadi.
  • Lalu kita melihat atau membuktikan apa yang terjadi.
  • Lalu kita membandingkan tebakan kita dengan apa yang terjadi.
Mengapa Metode Ilmiah Penting? 

Metode ilmiah penting karena ia merupakan landasan bagi ilmu pengetahuan modern. Tanpa metode yang ketat dalam membuat pertanyaan dan menemukan jawaban, ilmu pengetahuan tidak akan pernah semaju saat ini. Dan kemajuan ini tidak akan pernah berhenti, sebab para ilmuwan terus mengembangkan rasa ingin tahu. 

Tentu saja ilmu pengetahuan tidak hanya berurusan dengan penemuan teknologi canggih. Ia juga berurusan dengan makin membaiknya kemampuan kita untuk memahami banyak hal yang semula tak bisa dijelaskan oleh akal manusia. Sekarang manusia bisa menjelaskan hal-hal yang tidak terlihat oleh mata, bisa menjelaskan perilaku semut, dan menjelaskan asal-usul makhluk hidup di bumi. Manusia juga mampu memahami asal-usul alam semesta atau jagat raya.

Bagi kita, yang sangat penting dari ilmu pengetahuan adalah ia membantu kita berpikir kritis dan jernih dan tidak bertindak sembrono.  Seorang ilmuwan bernama Richard Feynman mengatakan, “Prinsip pertama dalam ilmu pengetahuan adalah kita tidak membodohi diri sendiri—dan kita adalah orang yang gampang dibodohi.”

Nah, membodohi diri sendiri adalah tindakan yang sangat sembrono.

Karena itu, agar kita tidak membodohi diri sendiri atau dibodohi oleh orang lain, kita perlu mengembangkan rasa ingin tahu dan berani berpikir sendiri untuk menemukan jawaban. Mulailah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang apa saja. ***

Bacaan terkait: Rasa Ingin Tahu yang Membuat Kita Bahagia


0 comments:

Post a Comment

Mungkin Anda Belum Baca