![]() |
| Manusia Purba membuat api: Diorama Museum Nasional Mongolia |
DALAM mitologi Yunani, manusia diciptakan oleh Prometheus. Setelah menciptakan manusia….
Tunggu dulu! Mitologi itu apa? Mitologi adalah kumpulan dongeng yang digunakan oleh orang-orang zaman dulu untuk menjelaskan gejala alam, penciptaan langit dan bumi, asal-usul kehidupan manusia di bumi, para dewa yang berada di tempat tinggi, dan sebagainya. Sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang, manusia menjelaskan apa saja yang tidak mereka pahami dengan cara mengarang cerita.
Kita lanjutkan lagi tentang Prometheus. Setelah menciptakan manusia, Prometheus mencuri api dari Zeus. Zeus adalah pemimpin para dewa. Dia marah karena apinya dicuri. Lalu dia menangkap Prometheus dan merantainya di gunung. Setiap hari ada burung elang yang mendatangi Prometheus dan memakan hatinya. Prometheus tetap hidup. Hatinya tumbuh lagi pada malam hari dan burung elang akan datang lagi untuk memakannya. Itu membuat Prometheus kesakitan setiap hari.
Begitulah dongeng tentang asal mula manusia mendapatkan api menurut mitologi Yunani.
Tetapi kapan sebetulnya manusia mulai mengenal api dan bagaimana mula-mula mereka menemukannya? Para ahli tidak bisa memastikan kapan tepatnya manusia mulai mengenal dan memanfaatkan api. Tetapi mereka menemukan bukti-bukti, di berbagai tempat, yang menandakan bahwa manusia sudah mengenal api sekitar 230 ribu hingga 1,4 atau 1,5 juta tahun lalu.
Bagaimana para ahli bisa tahu bahwa manusia ratusan ribu atau jutaan tahun lalu sudah menggunakan api?
Mereka menemukan pecahan peralatan memasak yang dibuat dari tanah liat, atau arang kayu, dan lain-lain yang pembuatannya memerlukan api. Mereka menemukan bukti-bukti itu di tempat tinggal manusia-manusia zaman purba.
Bukti-Bukti di Afrika
Bukti paling awal tentang penggunaan api ini banyak ditemukan di situs purbakala di Afrika. Di daerah bernama Chesowanja, Afrika Timur, para peneliti menemukan pecahan gerabah warna merah berusia 1,42 juta tahun. Mereka membuktikan bahwa tanah liat di tempat itu harus dipanaskan hingga 400 derajat Celcius agar bisa mengeras menjadi gerabah.
Di Kenya, Etiopia, Afrika Selatan, dan Zambia juga ditemukan peninggalan-peninggalan yang membuktikan penggunaan api oleh manusia.
Api Mengubah Perilaku Manusia
Penemuan dan penggunaan api sangat penting bagi manusia karena berbagai alasan.
Pertama, mereka menyadari bahwa serangga dan sebagian besar hewan, termasuk hewan-hewan pemangsa, takut pada api. Jadi, mereka membuat api unggun untuk melindungi diri dari serangan hewan-hewan pemangsa dan gigitan serangga. Aman dari serangan hewan-hewan pemangsa dan serangga merupakan hal yang amat penting bagi manusia pada masa itu. Kehidupan manusia pada zaman purba tentu sangat berbeda dibandingkan dengan kehidupan manusia sekarang. Di antara spesies-spesies lain di muka bumi, manusia tergolong makhluk yang sangat lemah. Kemampuan mengendalikan api tidak saja menyelamatkan mereka dari kepunahan, tetapi juga mengendalikan kehidupan.
Kedua, mereka bisa hidup di lokasi yang lebih baik. Api memungkinkan mereka memilih tempat untuk hidup berkelompok. Mereka tidak lagi harus berlindung di atas pohon atau berlindung di gua-gua dan tebing-tebing batu.
Ketiga, api menghangatkan tubuh mereka. Mereka bisa leluasa berburu, dan bahkan bisa pergi ke tempat-tempat yang dingin. Pulang dari berburu, mereka menghangatkan badan mengitari api unggun.
Keempat, dengan api mereka bisa memasak daging buruan agar menjadi lunak. Mereka memasak sayur dan ubi-ubian. Makanan menjadi mudah dikunyah dan dicerna setelah dimasak. Memasak makanan menjadikan mereka lebih sehat, sebab api membunuh parasit dan bakteri yang meracuni makanan.
Kelima, api mendorong terbentuknya kehidupan berkelompok. Dengan menyalakan api unggun, manusia memiliki tempat yang aman untuk membangun kelompok yang lebih besar. Di dalam kelompok besar ini mereka bertukar cerita.
Apakah masih ada lagi yang bisa disebutkan tentang keuntungan manusia karena mampu mengendalikan api?
Ada. Keenam, dengan api manusia mengembangkan teknologi. Api membuat manusia mampu menciptakan senjata dan alat-alat. Api juga memungkinkan manusia menciptakan mesin-mesin, membuat kapal uap, kereta api, roket, dan menerbangkan pesawat antariksa untuk menjelajahi angkasa luar.
Sebagai latihan:
- Bagaimana cara orang menjelaskan gejala alam, asal-usul kehidupan, dan penciptaan dunia sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang?
- Mengapa api menyelamatkan manusia?
- Selain manusia, apakah ada makhluk hidup lain di bumi yang bisa menggunakan api?
- Apa keungungan yang didapatkan oleh manusia dengan kemampuan membuat dan mengendalikan api?


0 comments:
Post a Comment