![]() |
| Ilustrasi oleh Raya |
Ini contoh beberapa kalimat yang sudah dibuat oleh Baba:
- Si Kunyit sedang belajar matematika di tepi kolam pada Kamis pagi ketika seekor kodok raksasa tiba-tiba muncul di permukaan air. Mata kodok itu sebesar piring.
- Saya sedang makan roti di kebun pada Senin pagi ketika nenek berteriak minta tolong dari arah semak-semak.
- Hartono sedang meneliti semut-semut di halaman rumah pada Selasa sore ketika ayahnya datang membawa sepeda baru.
- Pada suatu hari ada seekor tupai. Tupai itu sedang makan kacang di dahan pohon waru pada Kamis siang ketika seekor merpati datang kepadanya membawa kabar. “Si Kunyit ditangkap tukang sihir!” kata merpati.
![]() |
| Ilustrasi cerita 'Penyelamatan Si Kunyit' oleh Nara dan Bebem |
- Kenapa si tupai tidak cepat-cepat percaya terhadap kabar itu?
- Bagaimana cara merpati membuat si tupai percaya?
- Kenapa si penyihir menangkap Kunyit?
- Di mana si penyihir menangkap Kunyit?
- Apakah si penyihir naik sapu terbang atau karpet terbang?
- Bagaimana merpati bisa tahu peristiwa itu?
- Sedang apa si merpati pada waktu tukang sihir menangkap Kunyit?
- Dibawa ke mana si Kunyit oleh tukang sihir?
- Selain Kunyit, siapa saja yang sudah ditangkap oleh tukang sihir?
- Apakah tupai dan merpati ingin menolong Kunyit?
- Ke mana mereka pergi? Ke bangunan menyeramkan di tengah hutan atau ke gua di bukit batu?
- Bagaimana cara mereka mengalahkan si tukang sihir dan menyelamatkan Kunyit dan yang lain-lain?
Lihatlah, cerita apa yang ada di kepala kalian setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu?
Untuk membuat cerita, tentang apa pun, kalian perlu membuat pertanyaan-pertanyaan. Setelah itu kalian jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Untuk saat ini, kalian berlatih dengan menjawab 12 pertanyaan di atas. Jawaban kalian boleh apa saja. Waktu kalian untuk menjawab setiap pertanyaan adalah 5 menit. Usahakan menjawab sepanjang-panjangnya dalam waktu 5 menit. Jawaban-jawaban kalian itu nanti bisa kalian susun menjadi cerita.
Berlatihlah. Ambil pena dan kertas. Mungkin hari ini terasa sedikit sulit. Tetapi jika kalian berlatih hari ini juga, besok kalian menjadi lebih terampil. Dan akan menjadi sangat terampil jika kalian tekun berlatih setiap hari.
Oya, ada satu lagi. Tulisan ini belum ada gambar ilustrasinya. Bisa kalian membuatkan gambar agar tulisan ini enak dilihat?***
Tulisan sebelumnya: Berlatih Membuat Kalimat



Pada suatu hari ada seekor tupai. Tupai itu sedang makan kacang di dahan pohon waru pada Kamis siang ketika seekor merpati datang kepadanya membawa kabar. "Si Kunyit ditangkap tukang sihir!" kata merpati. Tetapi, tupai tidak cepat-cepat percaya terhadap kabar itu. Ia takut dibohongi oleh si
ReplyDeletemerpati. Namun merpati meyakinkan tupai dengan mengajak tupai ke tempat penyihir menangkap Kunyit, yaitu di hutan. Tupai pun percaya pada merpati.
Merpati menceritakan yang tadi dilihatnya.
"Tadi aku sedang mencari makanan, ketika tiba-tiba terdengar suara berisik. Aku penasaran dan langsung terbang ke arah suara tersebut." kata merpati.
"Apakah itu suara Kunyit?" tanya tupai.
"Oh iya, ternyata itu Kunyit yang sedang meledek penyihir. Lalu penyihir itu
marah dan mengejar Kunyit." lanjut merpati.
"Astaga. Menyeramkan sekali pasti ketika penyihir itu marah." kata tupai menanggapi.
"Betul, aku saja sampai takut sekali. Apalagi penyihir itu naik sapu terbang." kata merpati.
"Ya ampun. Kasihan sekali Kunyit, pasti dia sangat ketakutan." kata tupai.
"Iya, mari kita selamatkan Kunyit!" seru merpati. Tupai pun mengiyakan ajakan merpati.
Merpati dan tupai mendiskusikan cara untuk menyelamatkan Kunyit. "Oh iya, merpati, ke mana penyihir membawa Kunyit?" tanya tupai. "Wah, aku juga tidak
tahu. Aku tidak sempat mengikuti mereka tadi." jawab merpati. Mereka pun kebingungan. Bagaimana mereka akan menyelamatkan Kunyit jika tidak tahu keberadaannya?
"Hmm... Penyihir pasti akan membawa Kunyit ke tempat yang tersembunyi." kata tupai.
"Mungkin saja. Tapi, di mana tempat yang tersembunyi?" tanya merpati.
"Oh! Aku tahu. Mungkin mereka ke bangunan menyeramkan di tengah hutan. Atau mungkin mereka ke gua di bukit batu." jawab tupai. Merpati berpikir itu ide yang bagus. Mereka memutuskan untuk pergi ke bangunan menyeramkan di hutan terlebih dahulu.
Sesampainya di bangunan menyeramkan itu, merpati dan tupai mengintip di jendela. Ternyata dugaan mereka benar, Kunyit ada di dalam! Bukan hanya itu, Miko si kucing, Cicit si tikus, dan banyak hewan lainnya juga terperangkap di dalam bersama Kunyit. Mereka juga melihat si penyihir. Menyeramkan sekali rupanya.
Tupai dan Merpati berdiskusi lagi. "Bagaimana kalau kita panggil hewan lain di hutan?" usul tupai. Mereka pun memanggil beberapa hewan lain untuk membantu mencari cara menyelamatkan Kunyit.
Setelah semua hewan berkumpul, mereka mendiskusikan jebakan apa yang paling ampuh untuk menjebak si penyihir. Akhirnya mereka menemukan ide yang sangat bagus.
Mereka akan meminta bantuan penyihir baik untuk merapal mantra di sebuah sumur tua di tengah hutan. Lalu, mereka akan menjadikan tupai sebagai umpan. Tupai akan mencoba untuk mengganggu si penyihir. Lalu si penyihir akan mengejar tupai sampai ke sumur tua. Ketika sampai di sumur, beberapa hewan akan mendorong si penyihir hingga jatuh ke dalam sumur. Di saat si penyihir mengejar tupai, merpati dan beberapa hewan lain akan menyelamatkan Kunyit dan yang lainnya dari bangunan menyeramkan itu.
Setelah rencana mereka benar-benar matang, mereka pun mencoba untuk menjalankannya. Ternyata rencana mereka berhasil! Kunyit dan yang lainnya berhasil diselamatkan dan si penyihir terperangkap di dalam sumur selamanya. Sekarang tidak ada lagi yang akan menculik hewan-hewan hutan.
Tulis lagi materi selanjutnya 🙏
ReplyDelete