APA yang bisa kita lakukan jika cuaca sangat buruk dan kita tidak bisa ke mana-mana? Kita bisa bisa membuka laptop atau telepon selular dan sibuk dengan internet. Tapi, ternyata saluran internetnya mati. Apa yang bisa kita lakukan?
Tentu saja masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa bermain ular tangga, bermain kartu, membaca buku, menggambar, berlatih menulis, bermain tebak-tebakan, mencuci piring, membuat pesawat kertas, membuat topeng dari kertas, membuat mobil-mobilan dari botol plastik, membuat kerajinan dari barang-barang yang sudah tidak dipakai, dan masih banyak lagi.
O, masih ada lagi yang menarik, yaitu saling membacakan cerita.
Dulu, penyair Inggris bernama Lord Byron dan teman-temannya sesama penulis pernah mengalami situasi tidak bisa pergi ke mana-mana. Mereka sedang mengunjungi bangunan yang terlihat seram di Swiss dan tiba-tiba cuaca sangat buruk. Mereka tidak bisa meninggalkan bangunan itu.
Kemudian Lord Byron mempunyai ide. Bagaimana jika mereka menulis cerita horor saja di rumah ini sambil menunggu cuaca membaik?
Mereka menyetujui usul Byron. Salah seorang di dalam rombongan itu adalah Mary Shelley. Di rumah inilah Shelley mulai menulis novel yang nantinya akan menjadi novel yang sangat terkenal. Novel itu berjudul Frankenstein; or The Modern Prometheus. Novel ini diterbitkan pada 1818. Banyak anak di dunia ini sudah membaca cerita yang dikarang oleh Mary Shelley.
Di dalam novel itu, Shelley bercerita tentang seorang ilmuwan muda bernama Victor Frankenstein. Dia memiliki keinginan besar untuk melakukan percobaan ilmiah menghidupkan lagi orang yang sudah mati.
Dia kemudian membangun laboratorium di tempat yang agak terpencil dan membawa mayat orang yang baru saja meninggal ke laboratorium itu. Percobaannya berhasil. Mayat itu bisa hidup lagi, tetapi penampilannya menyeramkan. Banyak sayatan bekas operasi dan banyak jahitan. Ia terlihat seperti monster.
Victor sendiri kaget dan ketakutan ketika mayat itu hidup lagi. Dia lari keluar dari laboratorium itu meninggalkan makhluk ciptaannya sendirian.
Makhluk itu sebetulnya tidak memiliki niat jahat. Ia bangun dari kematiannya karena sekarang ia hidup lagi. Dia tidak tahu kenapa Victor lari meninggalkannya. Makhluk itu berusaha menemui Victor, tetapi Victor terus berlari menghindari.
Tidak hanya Victor yang ketakutan, semua orang ketakutan dan lari menghindari makhluk ini. Makhluk ini merasa kesepian karena semua orang menghindarinya. Satu-satunya yang tidak takut kepadanya adalah seorang lelaki buta. Mereka berteman karena lelaki itu tidak bisa melihat penampilan orang yang menjadi temannya.
Tetapi kebahagiaan makhluk seperti monster itu berakhir ketika ada anggota keluarga si orang buta yang melihat pertemanan mereka. Orang ini berpikir bahwa lelaki buta itu sedang berada dalam ancaman monster ganas. Ia segera mengusir dan memukuli makhluk ciptaan Victor itu.
Makhluk itu kini menyadari bahwa ia tidak mungkin bisa berteman dengan manusia. Mereka semua takut kepadanya karena penampilannya. Ia terus berusaha menemui Victor. Ia ingin meminta Victor menciptakan pasangan baginya agar ia tidak kesepian.
Ketika mereka bisa bertemu, Victor menolak permintaan makhluk itu. Ia tidak mau menciptakan pasangan bagi makhluk itu. Ia takut membayangkan mereka nanti beranak dan melahirkan monster-monster baru.
Penolakan itu membuat si makhluk merasa dicampakkan. Bahkan penciptanya sendiri tidak memiliki belas kasih kepadanya. Ia dibiarkan kesepian. Akhirnya makhluk itu melakukan balas dendam kepada Victor. Ia juga ingin membuat Victor tersiksa oleh kesepian.
Akhirnya ia membunuh satu demi satu anggota keluarga Victor dan siapa saja yang ia cintai. Victor telah tega membuatnya kesepian. Ia ingin Victor mengalami keadaan seperti dirinya.
***
Dari novel karangan Mary Shelley itu orang kemudian membuat film-film horor tentang Frankenstein, pementasan drama tentang Frankenstein, film kartun tentang monster Frankenstein, dan cerita-cerita lain dengan tokoh monster seram bernama Frankenstein.
Frankenstein sebetulnya bukanlah nama makhluk itu. Makhluk itu tidak bernama. Tetapi karena banyak cerita lain dibuat dengan tokoh monster bernama Frankenstein, akhirnya orang-orang lebih mengenal Frankenstein sebagai sebuah monster. Sampai sekarang, jika mendengar nama Frankenstein, yang diingat orang adalah sosok monster menakutkan dengan bekas jahitan di dahi.
Penulis lain di dalam rombongan Lord Byron, bernama John Polidori, menulis juga di bangunan seram itu. Ia menulis cerita pendek yang kemudian juga menjadi terkenal. Judulnya The Vampyre.***
Sebagai latihan:
- Silakan kalian menggambar sebuah monster seram. Pikirkan bagaimana bentuk kepalanya, tangannya, matanya, mulutnya, hidungnya. Apakah makhluk ini punya tanduk? Apakah ia bertaring? Berapa jumlah kepalanya? Berapa jumlah tangannya? Seperti apa bentuk kakinya? Apakah ia bersayap?
- Apakah ia betul-betul jahat?
- Apa yang akan ia lakukan jika bertemu manusia?
- Apa kelemahannya?
- Siapa yang bisa mengalahkannya?
- Apa hal yang bisa membuat ia marah?
- Apa makanan kesukaannya?

0 comments:
Post a Comment