Content

Evolusi dan Asal-usul Semua Makhluk Hidup di Bumi



EVOLUSI adalah perubahan yang sangat lambat dan berlangsung bertahap pada makhluk hidup di bumi. Charles Darwin, ilmuwan Inggris, merupakan orang yang sangat berjasa menjelaskan bagaimana evolusi berlangsung. Berkat Darwin, para ilmuwan selanjutnya mempunyai landasan ilmiah untuk menjelaskan bagaimana semua makhluk hidup di bumi ini bermula.

Darwin pertama kali menjelaskan teori evolusi melalui bukunya yang paling terkenal, On the Origin of Species (Asal-usul Spesies). Buku itu menyampaikan dua hal yang sangat berharga bagi ilmu pengetahuan. Pertama, ia memberikan banyak bukti bahwa evolusi benar-benar terjadi. Kedua, ia menjelaskan bagaimana evolusi berlangsung melalui seleksi alam. 

Evolusi melalui seleksi alam ini menjadi kunci bagi kita untuk memahami kenapa ada banyak jenis makhluk hidup di bumi.

Apa yang disebut seleksi alam?

Kelinci kutub: bulu putih membuat mereka selamat.
Seleksi alam berarti ada individu di dalam suatu spesies yang lebih mampu bertahan hidup dibandingkan yang lain. Ia mengembangkan sifat-sifat tertentu yang membuatnya bisa bertahan hidup. Sifat-sifat ini lalu diwariskan turun-temurun ke anak-anak dan keturunan selanjutnya.

Di alam liar, di semak-semak, di padang rumput, atau di hutan-hutan, kelinci memiliki bulu berwarna gelap. Tetapi di daerah salju, bulu putih akan lebih menguntungkan. Bulu putih membuat mereka sulit dilihat dan bisa bertahan hidup dan memiliki anak-anak. Selanjutnya, bulu putih itu akan diwariskan kepada anak-anak mereka. Kelinci berbulu gelap di daerah salju akan cepat kelihatan dan mudah ditemukan oleh hewan pemangsanya. Karena itulah kelinci berbulu gelap tidak mungkin bertahan di daerah kutub. Yang bisa bertahan akhirnya hanya yang berbulu putih.

Survival of the fittest 

Proses seleksi alam itu memberi kita pengertian berikutnya, yaitu “survival of the fittest”. Artinya, yang bisa bertahan hidup adalah mereka yang paling mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Bukan siapa yang paling kuat, tetapi yang paling fit, yang memiliki kemampuan adaptasi. Adaptasi artinya menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi, atau lambat dalam beradaptasi, akan mengalami kepunahan. Ketika Charles Darwin menyampaikan pendapatnya tentang kepunahan ini, banyak orang Inggris waktu itu yang marah. Mereka adalah orang-orang yang fanatik beragama. Bagi mereka, yang bisa menyebabkan kepunahan adalah kiamat. Yang mendatangkan kiamat adalah Tuhan, bukan survival of the fittest.

Bagaimana satu spesies berkembang menjadi dua


Kelinci alam liar: bulu gelap membuatnya lebih selamat dibandingkan bulu putih.
Evolusi juga menjelaskan bagaimana makhluk hidup yang semula satu spesies berkembang menjadi dua. Proses berkembangnya satu spesies menjadi dua ini kita sebut Spesiasi. Ingat contoh tentang kelinci di atas. Satu spesies kelinci berkembang menjadi dua spesies kelinci dengan warna bulu berbeda. 

Seiring waktu, masing-masing akan mengembangkan ciri-ciri lain yang berbeda, yang akan membuat mereka selamat di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Yang tinggal di hutan dan semak-semak akan berbulu hitam, yang tinggal di daerah salju akan berbulu putih. Begitulah, akhirnya mereka menjadi dua spesies kelinci yang berbeda sesuai dengan lingkungan.

Satu nenek moyang

Evolusi menyebutkan bahwa semua makhluk hidup saling berkaitan satu dengan lainnya. Artinya, jika kita mundur jauh ke masa lalu, semua makhluk hidup, baik itu hewan maupun tumbuhan, memiliki satu nenek moyang. Evolusi telah menyebabkan satu spesies berkembang menjadi banyak—sampai menjadi jutaan spesies sekarang ini.

Karena evolusi adalah perubahan yang sangat lambat, kita bisa menduga bahwa umur bumi pasti sudah sangat tua. Ini juga yang pada waktu itu dipikirkan oleh Charles Darwin. Ia yakin bahwa umur bumi pasti sudah sangat tua. Diperlukan waktu ratusan juta dan bahkan miliaran tahun bagi spesies pertama di bumi untuk beradaptasi dan berkembang menjadi jutaan spesies yang berbeda. 

Semua makhluk hidup saling berkaitan

Beberapa jenis makhluk hidup terlihat dekat satu sama lain, seperti kakak dan adik, atau seperti saudara. Kuda terlihat memiliki kedekatan dengan zebra dan keledai. Angsa di kolam dekat rumah terlihat sama dengan angsa yang berenang di danau pinggir kota. Semakin dekat hubungan hewan, mereka terlihat semakin mirip dan tindakan-tindakan mereka juga mirip. 

Seekor angsa mirip satu sama lain, tetapi terlihat sangat berbeda dari burung gereja. Meski demikian, angsa dan burung gereja memiliki persamaan. Keduanya memiliki paruh, bulu, sayap, dan mereka sama-sama bisa terbang.

Kita terlihat sangat berbeda dengan angsa dan burung gereja, tetapi kita memiliki kesamaan dengan mereka. Kita dan mereka sama-sama memiliki dua mata, memiliki dua kaki, memiliki dua tangan (pada burung gereja dan angsa, kedua tangan mereka berbentuk sayap), memiliki satu kepala, memiliki satu jantung, memiliki hidung, dan memiliki telinga. Jadi, meskipun kita berbeda dari burung dan angsa, kita memiliki kesamaan dengan mereka.

Burung bergigi

Evolusi merupakan bagian penting dari paleontologi, yaitu ilmu yang mempelajari sejarah kehidupan di bumi pada zaman purba. Ahli paleontologi bekerja untuk mengungkapkan zaman purba melalu fosil-fosil hewan maupun tumbuhan yang mereka temukan.

Banyak di antara hewan-hewan yang sudah punah ditemukan fosilnya. Beberapa fosil terlihat memiliki ciri-ciri hewan lain. Misalnya, ada fosil burung yang memiliki gigi. Dari temuan itu, para ahli menyampaikan kepada kita bahwa burung ber-evolusi dari dinosaurus yang memiliki gigi. Dalam perjalanan waktu ratusan juta atau miliaran tahun, akhirnya semua burung tidak mempunya gigi, sebagaimana yang kita kenal hari ini.

Jadi evolusi berarti kita berbagi sejarah dengan makhluk hidup di sekitar kita, termasuk dengan semua hewan yang sudah punah. Itu berarti kita adalah bagian dari alam, tidak lebih baik dibandingkan mereka, tidak berada di atas mereka. Kita harus menghargai hubungan kita dengan alam dan melindungi mereka. Tanpa kesadaran itu, kita akan melakukan tindakan-tindakan yang merusak alam. Dan manusia sudah terbukti berkali-kali melakukan tindakan yang cenderung merusak alam.***

Pertanyaan untuk latihan:
  1. Kenapa tidak ada kelinci warna hitam di daerah salju?
  2. Apa keuntungan warna bulu putih bagi kelinci di daerah salju?
  3. Orang sering salah mengartikan “survival of the fittest” dan menyamakannya dengan hukum rimba. Artinya yang kuat akan keluar sebagai pemenang. Singa adalah binatang yang kuat. Apakah ia akan menjadi pemenang di daerah salju?
  4. Apa yang dimaksudkan dengan “survival of the fittest”?
  5. Apa saja kesamaan manusia dengan angsa dan burung gereja?




0 comments:

Post a Comment

Mungkin Anda Belum Baca